“ Strategi Promosi Objek Wisata Berbasis Digital BukitTuamese, Tanjun dan Desa Wisata Noepesu Kab.Timur TengahUtara”

“ Strategi Promosi Objek Wisata Berbasis Digital Bukit
Tuamese, Tanjun dan Desa Wisata Noepesu Kab.Timur Tengah
Utara”

OLEH :
Nama : Robertus Mataufue
NIM : 201920100023
Progra Studi : Manajemen Pariwisata dan Perhotelan

STIE BIITM Sahid Bali & Elizabert International Management School 2020

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI………………………………………………………………i
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………….1
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………..2
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………..3
BAB II ISI
2.1 Produk Wisata Kabupaten Timor Tengah Utara……………………….4
A.Bukit Tuamese…………………………………………………………….4
B.Tanjung Bastian…………………………………………………………6
C.Desa wisata Noepesu …………………………………………………..8
2.2. Strategi Promosi………………………………………………………9
2.2.1 Penentuan platform………………………………………………….9
2.2.2 Membuat rencana program…………………………………………10
2.2.3 Implementasi program………………………………………………10
2.2.4 Monitoring dan evaluasi……………………………………………12 BAB III KESIMPULAN & SARAN
KESIMPULAN……………………………………………………………13
SARAN…………………………………………………………………….13
Daftar Pustaka…………………………………………………………….14

i

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan meninggalkan tempat semula untuk menikmati kegiatan pertamasyaan atau rekreasi dan bukan dengan maksud untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya (Koen Meyers, 2009). Menurut UNWTO (2008), yang dimaksud dengan pariwisata adalah kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya tidak lebih dari satu tahun berturut-turut untuk rekreasi, bisnis dan keperluan lainnya. Sedangkan menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan dijelaskan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam waktu sementara. Pariwisata adalah industri terbesar dan paling cepat berkembang di dunia dewasa ini, dan ‘pariwisata budaya’ merupakan segmen yang semakin populer dan semakin banyak diminati.Menurut Pedersen, beberapa tren pariwisata di masa mendatang mencakup meluasnya minat terhadap pariwisata budaya, semakin menginginkannya wisatawan akan pengalaman nyata dengan budaya dan gaya hidup lain,serta semakin dicarinya liburan yang bersifat aktif dan mengandung unsur edukasi oleh konsumen (UNESCO, 2002).

Potensi aktivitas pariwisata merupakan salah satu instrumen kebijaksanaan yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi khususnya untuk mendiversivikasikan struktur sebuah perekonomian di negara berkembang. Meskipun masih dihadapkan pada berbagai permasalahan dalam infrastrukturnya, namun kenyataannya, kegiatan pariwisata internasional mampu menjadi trend jangka panjang sektor pembangunan perekonomian yang praktis. Tentunya dengan beberapa asumsi diantaranya bahwa aktivitas ini terkait dengan sumberdaya (resources endowment) yang unik dari tujuan wisata, yang dapat ditingkatkan dengan investasi yang relatif kecil dan energi yang relatif terbatas tanpa beresiko dislokasi penduduk yang besar serta sedikit pengaruhnya terhadap lingkungan dalam batas tertentu. Apalagi bila tercapai momentumnya akan memiliki dampak keterkaitan sektoral cukup luas, kuat serta lama karena melibatkan dunia usaha dan masyarakat secara intensif.
Alasan utama pengembangan pariwisata pada suatu detinasi wisata sangat erat kaitannya dengan pembangunan perekonomian daerah atau negara tersebut. Dengan kata lain, pengembangan kepariwisataan pada suatu destinasi wisata selalu akan diperhitungkan dengan keuntungan dan manfaat bagi rakyat banyak. Bila pada suatu destinasi wisata industri pariwisatanya berkembang dengan baik dengan sendirinya akan memberikan dampak positif bagi daerah itu, karena dapat menciptakan lapangan kerja yang cukup luas bagi penduduk setempat. Bagi Indonesia, Industri pariwisata merupakan salah satu bentuk usaha yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena Indonesia kaya akan potensi-potensi kepariwisataan, baik potensi alamiah maupun potensi budaya. Ada pula masalah yang menghambat perkembangan destinasi di kabupaten timor tengah utara misalnya karena kurangnya kesadaran akan potensi alam yang dimiliki,kurangnya pengetahuan didunia pariwisata,strategi promosi akan destinasi yang kurang matang,masyarakat yang kurang pemahaman akan pengembangan suatu destinasi didaerah itu sendiri.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Potensi budaya apa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata di Desa Wisata Noepesu Kabupaten Timor Tengah Utara?
1.2.2 Bagaimana strategi pengembangan Desa Wisata Noepesu sebagai Desa Wisata di Kabupaten Timor Tengah Utara berbasis digital?
1.2.3 Potensi apa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan destinasi Tanjung Bastian Kabupaten Timor Tengah Utara?
1.2.4 Bagaimana strategi pengembangan Destinasi wisata Tanjung Bastian di Kabupaten Timor Tengah Utara berbasis digital?
1.2.5 Potensi apa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata Bukit Tuamese di Kabupaten Timor Tengah Utara?
1.2.6 Bagaimana strategi pengembangan Destinasi wisata Bukit Tuamese di Kabupaten Timor Tengah Utara berbasis digital?

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Objek Wisata di Kabupaten Timur Tengah Utara yang Belum Berkembang
A. Bukit Tuamese

Bukit Tuamese yang berada di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki panorama yang mengagumkan, dan merupakan destinasi wisata yang diklaim mirip Raja Ampat, Papua.
Dari puncak Bukit Tuamese, kamu bisa melihat hamparan tambak yang berubah seperti layaknya danau. Sedangkan pada sisi sebelah baratnya, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan birunya laut membentang sejauh mata memandang. Belum lagi hijaunya vegetasi dari pohon lontar yang terletak di pesisir pantai siap membius mata. Untuk menuju puncak Bukit Tuamese ini kamu hanya cukup mendaki 200 meter ke atas bukit. Tak heran jika pesona Bukit Tuamese iini menjadi salah satu Tempat Wisata di Kefamenanu yang sering diburu..

Namun saat mendaki kamu perlu berhati-hati karena jalur tracking yang curam dan berpasir.
Bukit Tuamese juga, termasuk destinasi yang masih alami. Di lokasi ini belum tersedia infrastruktur yang memadai, seperti tangga-tangga untuk mencapai puncak tersebut dan belum adanya masyarakat yang menjual kuliner untuk dinikmati pengunjung Bukit Tuamese.
Saking indahnya, bukit Tuamese membuat sutradara Ari Sihasale menjadikannya sebagai lokasi pembuatan film dengan bintang muda seperti Pevita Pearce.
Pengunjung dapat menikmati secara gratis pemandangan dari atas bukit Tuamese. Tempat ini juga sangat cocok untuk keperluan pembuatan foto atau video pre-wedding bagi setiap pasangan. “Biasanya setiap hari ada ratusan pengunjung yang mendatangi tempat ini. Paling banyak dari kalangan anak muda, entah datang dengan pasangannya, maupun sendirisendiri. Puncak pengunjung terbanyak terjadi di hari Minggu. karena hari Minggu adalah waktu luang bagi yang sibuk,”

B. Tanjung Bastian

Pantai Tanjung Bastian, Pantai cantik ini terletak di Kota Wini, sebelah utara Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Jaraknya sekitar 65 km dari Kota Kefamenanu.
Dari Tanjung Bastian adapun perbukitan yang bisa ditemui dari perjalanan itu dan tampak sebuah gabungan pemandangan yang cukup menarik mata. Disepanjang tanjung pantai ini banyak tumbuh pohon bakau. Berlatar senja, puluhan banga putih tampak turun memenuhi karang-karang sepanjang bakau. Ketika sore hari saat laut sedang surut, kita bisa melihat matahari yang terbenam yang begitu indah, bulan yang nyaris bulat juga muncul dari ufuk timur.
Hamparan pasir mencapai sekitar seratus meter dengan air laut kristal. Bagi para pengunjung yang menyukai petualangan bisa mengunjungi Pantai Tanjung Bastian untuk menikmati panorama yang menakjubkan.
Tak hanya memiliki alam yang bersahabat, pantai ini juga ditempati oleh penghuni yang ramah yang juga menyajikan atraksi olahraga pacuan kuda setiap tahunnya. Pacuan kuda biasanya dilaksanakan dari rentang bulan Mei sampai dengan Oktober.

Pantai Tanjung Bastian, Pantai cantik ini terletak di Kota Wini, sebelah utara Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Jaraknya sekitar 65 km dari Kota Kefamenanu.
Dari Tanjung Bastian adapun perbukitan yang bisa ditemui dari perjalanan itu dan tampak sebuah gabungan pemandangan yang cukup menarik mata. Disepanjang tanjung pantai ini banyak tumbuh pohon bakau. Berlatar senja, puluhan banga putih tampak turun memenuhi karang-karang sepanjang bakau. Ketika sore hari saat laut sedang surut, kita bisa melihat matahari yang terbenam yang begitu indah, bulan yang nyaris bulat juga muncul dari ufuk timur.
Hamparan pasir mencapai sekitar seratus meter dengan air laut kristal. Bagi para pengunjung yang menyukai petualangan bisa mengunjungi Pantai Tanjung Bastian untuk menikmati panorama yang menakjubkan.
Tak hanya memiliki alam yang bersahabat, pantai ini juga ditempati oleh penghuni yang ramah yang juga menyajikan atraksi olahraga pacuan kuda setiap tahunnya. Pacuan kuda biasanya dilaksanakan dari rentang bulan Mei sampai dengan Oktober.

C. Desa Wisata Noepesu

Desa Noepesu adalah salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur. Desa ini berada di kaki gunung Mutis dan Babnain. Memiliki alam yang indah dan budaya serta tradisi yang sangat menarik.
Desa Noepesu juga merupakan penghasil buah, ubi dan sayuran.
Salah satu bukit yang indah adalah Bukit Nikole. Dari bukit ini pengunjung dapat menyaksikan keindahan gunung Mutis dan Babnain. Udaranya dingin dan sejuk. Daerah penghasil bawang dan ubi ini juga terdapat sungai Noebesi yang dapat dijadikan sebagai lokasi arung jeram untuk kegiatan wisata. Selain alam yang indah masyarakat desa Noepesu juga memiliki budaya atau tradisi Tapoen Anah, fuaton, dan ritual lainnya yang dilaksanakan setiap tahun.

Desa Noepesu bersebelahan dengan desa Fatuneno, desa Satab, dan desa Saenam merupakan satu kawasan yang berada dalam kawasan pegunungan Mutis dan Babnain. Desa Noepesu berbatasan langsung dengan desa Bonleu Kabupaten Timor Tengah Selatan, berjarak 37 kilo meter dari kota Kefamenanu ibu kota kabupaten Timor Tengah Utara dan 5 kilo meter dari kota Eban ibu kota kecamatan Miomaffo Barat. Akses jalan yang sudah beraspal, pengunjung dapat menempuh perjalanan 1 (satu) jam 30 (tiga puluh) menit dengan kendaraan umum (bus atau mikrolet), mobile, dan kendaraan bermotor roda dua untuk tiba di desa tersebut.

2.2 Strategi Promosi Pariwisata yang Akan Digunakan
Strategi Promosi menurut Bagian Pemasaran Kemenpar Berdasarkan hasil wawancara kepada Chief Editor pemasaran online kementerian pariwisata pada tanggal 1 Maret 2016, didapatkan data bahwa ada beberapa cara dalam menciptakan strategi promosi melalui instagram, yaitu:
• penciptaan konten. Penciptaan konten yang dilakukan oleh bagian pemasaran Kemenpar khusus untuk media sosial Instagram yang memang berfokus pada visual yakni foto ataupun video sehingga mereka mendapatkan foto-foto dan video melalui beberapa cara, yaitu:
• melalui stok foto yang telah dimiliki oleh Kemenpar berupa image bank yang berisi foto dari 34 provinsi di Indonesia,
• fotografer yang telah disewa untuk terus memperbanyak stok foto untuk diunggah ke akun instagram @indtravel,
• blogger yang telah diajak bekerja sama untuk menciptakan konten untuk akun instagram @indtravel
• regram/ repost foto dan video dari foto dan video follower yang terpilih.

2.2.1 Penentuan platform.
Dalam menentukan platform media sosial yang digunakan sebagai alat promosi, tentu pihak pemasaran Kementerian terlebih dahulu melakukan survei media sosial apa saja yang saat ini sedang disenangi oleh target market mereka. Dari berbagai media sosial yang ada, pihak Kemenpar memilih beberapa media sosial yaitu website, instagram, facebook, twitter, dan google+ yang dinilai memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dijadikan media dalam kegiatan mempromosikan pariwisata Indonesia untuk mancanegara ataupun dalam negeri.

2.2.2. Membuat rencana program.
Setelah menentukaan platform yang akan digunakan dan telah mempersiapkan konten dengan matang, divisi pemasaran Kemenpar baru membuat perencanaan pelaksanaan program promosi pariwisata. Dalam penelitian ini adalah membuat perencanaan program menggunakan media sosial instagram. Tahap perencanaan pembuatan konten oleh divisi pemasaran Kemenpar harus melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. penciptaan dan pemilihan konten yang didapat dari berbagai sumber,
  2. mempromosikan konten melalui platform yang mendukung,
  3. Monitoring aktivitas yang telah dilakukan,
  4. melakukan evaluasi.

2.2.3 Implementasi program.
Programprogram yang telah dieksekusi dan direncanakan langsung diimplementasikan melalui media sosial yang telah dipilih, yaitu instagram dengan akun @indtravel.
Berikut program-program yang diimplementasikan dalam akun instagram @indtravel oleh divisi pemasaran Kemenpar.
a. Menciptakan Awareness Dalam menciptakan awareness strategi promosi yang dilakukan divisi pemasaran Kemenpar melalui instagram adalah dengan membuat kuis berhadiah bagi para follower dengan tujuan dapat menciptakan interaksi, membuat berbagai kegiatan bersama beberapa blogger dan instagram influencer baik dari dalam dan luar negeri. Selain sebagai kegiatan kerja sama dalam mempromosikan pariwisata Indonesia, divisi pemasaran Kemenpar juga bertujuan untuk menciptakan jaringan di seluruh Indonesia.
b. Pola Update Pola update konten pada akun instagram @indtravel dilakukan dengan menyesuaikan timeline yang memang telah dipersiapkan dalam waktu satu tahun oleh divisi pemasaran nusantara Kemenpar. Timeline tersebut berisi tanggal untuk update konten, fotofoto, dan video yang telah ditentukan, waktu untuk mengunggah konten, hingga waktu untuk merepost foto atau video dari follower yang dipilih oleh admin. Jumlah konten yang harus diunggah ke dalam akun Instagram @indtravel yaitu 2 hingga 3 foto dalam sehari dengan waktu yang telah ditentukan sesuai dengan timeline, sedangkan video harus diunggah dalam waktu minimal seminggu sekali. Selain menyesuaikan dengan timeline yang telah dipersiapkan, admin juga mengunggah konten secara spontanitas.
c. Strategi Penulisan Caption Penulisan caption dalam akun instagram @indtravel tidak menggunakan strategi khusus. Dalam penulisan caption hal terpenting adalah harus menggunakan bahasa promosi yang baik. Hal ini diharapkan agar dapat menciptakan engagement kepada para follower seperti adanya interaksi dengan cara follower memberikan respon pada setiap konten yang diunggah. Bahasa promosi yang mampu menciptakan engagement terhadap follower yang dimaksud adalah menulis caption dengan cara memberikan fakta-fakta menarik mengenai konten yang diunggah, dan menulis caption dalam bentuk pertanyaan yang dianggap sangat efektif menciptakan interaksi dengan follower karena kolom komentar akan langsung ramai dengan respons dari follower.
d. Interaksi dengan follower Wira Nurmansyah, salah satu admin instagram @indtravel, menyatakan pengguna media sosial instagram dianggap sedikit berbeda dengan pengguna media sosial lainnya. interaksi yang terjadi dalam instagram justru terjadi antarfollower itu sendiri. Apabila admin membuat caption berupa pertanyaan ataupun fakta, pada kolom komentar akan muncul para pengguna yang me-mention username pengguna lainnya. Disana mereka akan saling berinteraksi membahas foto atau video yang diunggah tersebut sehingga admin merasa terbantu karena tidak perlu menjawab pertanyaan dari follower. Admin tentu tetap melakukan interaksi walaupun sudah terbantu oleh para follower. Jenis pertanyaan yang biasanya direspons oleh admin instagram @ indtravel adalah informasi lebih lanjut mengenai suatu kegiatan, ada follower yang menyarankan daerah asalnya untuk dipromosikan atau beberapa pihak yang mengajak kerja sama dengan Kemenpar dalam kegiatan mempromosikan pariwisata Indonesia.

2.2.4 Monitoring dan evaluasi.
Monitoring dilakukan setiap hari oleh admin yang mengelola akun
Instagram @indtravel. Setiap komentar atau pesan yang berisi masukan akan langsung di-forward ke divisi pemasaran Kemenpar untuk dievaluasi baik oleh tim internal ataupun langsung ke kementerian sendiri. Evaluasi oleh divisi pemasaran Kemenpar dilakukan dalam beberapa waktu yaitu evaluasi dilakukan tiap satu minggu, satu bulan, triwulan, enam bulan, dan tahunan.

BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan
Aktivitas pariwisata merupakan salah satu instrumen kebijaksanaan yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi khususnya untuk mendiversivikasikan struktur sebuah perekonomian di negara berkembang. Oleh karena itu sangat penting untuk mengembangkan potesnsi potensi yang ada pada suatu daerah. Misalnya budaya atau adat istiadat, objek wisata alam,wisata kuliner,perkebunan,dan lainnya yang tentunya sangat mendukung perekonomian daerah tersebut.

3.2 Saran

  1. Seksi Promosi Dinpar TTU dalam menetapkan sasaran untuk kegiatan promosi seharusnya dapat memfokuskan kepada satu sasaran saja sehingga memaksimalkan target promosi lainnya yaitu meningkatkan Length of Stay yang hingga kini belum dapat tercapai.
  2. Mengingat pentingnya promosi bagi TTU maka dibutuhkan dana yang memadai untuk menjalankan promosi, diperlukannya rancangan baru yang mengikuti kebutuhan dari wisman tidak hanya melihat anggaran tahun sebelumnya sebagai acuan untuk melakukan promosi ditahun berikutnya.
  3. Seksi Promosi Dinpar TTU perlu untuk memperluas konten atau materi yang ditayangkan atau dipublikasikan melalui media periklanan agar tidak hanya wisata umum yang menjadi materi media periklanan tersebut, Dinpar TTU juga dapat menjadikan event-event promosi pariwisata sebagai materi pada media periklanan untuk memperkenalkan event-event rutin yang selalu diselenggarakan pada setiap tahun.
  4. Seksi Promosi Dinpar TTU perlu untuk memasang iklan pariwisata pada majalahmajalah yang berada di ruang tunggu bandara pesawat udara. Sehingga akan lebih memaksimalkan bauran promosi khususnya pada 196 media periklanan dan meningkatkan keinginan para calon wisman untuk berkunjung ke TTU.
  5. Dinpar TTU sebaiknya memiliki aplikasi berbasis pariwisata seperti misalnya aplikasi Mycity sehingga akan lebih mengoptimalkan Strategi Promosi yang di jalankan khsusnya untuk wisman. promosi Dinpar TTU perlu untuk terus-menerus memonitor kinerja atau bahkan merevisi strategi yang dijalankan mengikuti perubahan-perubahan kondisi wisatawan mancanegara.

DAFTAR FUSTAKA
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.kabartravel.id
%2Fbukit-tuamese-wisata-ala-raja-ampat-di-ntt%2F&psig=AOvVaw3FU-
NZO0HRnqfamGwcDu9B&ust=1617111827499000&source=images&cd=vfe&ved=0C AMQjB1qFwoTCIiDz5PR1e8CFQAAAAAdAAAAABAQ (jam 9:45 tanggal 29)

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.kompasiana.co
m%2Fafrih%2F5be7046e6ddcae26cd6e94c4%2Fbukit-tuamese-surga-baru-yang-sayatemukan-dari-ntt%3Fpage%3Dall&psig=AOvVaw3FU-
NZO0HRnqfamGwcDu9B&ust=1617111827499000&source=images&cd=vfe&ved=0C AMQjB1qFwoTCIiDz5PR1e8CFQAAAAAdAAAAABAz (jam 9:47 tanggal 29)

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.suara.com%2Fl
ifestyle%2F2019%2F02%2F26%2F080500%2Ftemukan-cantiknya-bukit-tuamesesaat-jelajah-ke-atambua&psig=AOvVaw3FU-
NZO0HRnqfamGwcDu9B&ust=1617111827499000&source=images&cd=vfe&ved=0C AMQjB1qFwoTCIiDz5PR1e8CFQAAAAAdAAAAABA5 (jam 9:50 tanggal 29)

https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1212015005-2-
BAB_I.PDF(jam9:59tanggal 29) https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fceknricek.com%2Fm
obile%2Fpantai-tanjung-bastian-manjakan-mata-dengan-hamparan-pasirputih%2F10644&psig=AOvVaw2wPekCUvRBlExoWic2pjRE&ust=1617119906721000 &source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCNjYxKTv1e8CFQAAAAAdAAAA
ABAb (jam 12:07 tanggal 30 ) https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fdisbudpar.ttukab.go.i
d%2F2019%2F07%2F08%2Fdesa-wisata-noepesu%2F&psig=AOvVaw2gkCbTBzXBlvrvOXX2Bmn&ust=1617120612385000&source=images&cd=vfe&ved=0CAM
QjB1qFwoTCMC5z_Lx1e8CFQAAAAAdAAAAABAD (jam 12:10 tanggal 30)

MAKALAH FUNGSI MANAGEMEN : ACTUATING (PENGGERAKAN)MAKALAH FUNGSI MANAGEMEN : ACTUATING (PENGGERAKAN)MAKALAH FUNGSI MANAGEMEN : ACTUATING (PENGGERAKAN)

MAKALAH FUNGSI MANAGEMEN : ACTUATING (PENGGERAKAN)

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kasih karunia-Nya makalah fungsi manajemen: actuating (penggerakan) ini dapat diselesaikan sebagai salah satu tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan.
Makalah ini berisi tentang pengertian actuating (penggerakan), fungsi dan peranan actuating, pengaplikasian actuating dalam pendidikan, serta pentingnya actuating dalam organisasi.
Kami menyadari bahwa Tuhanlah sumber segala ilmu pengetahuan sehingga kami merasa memiliki kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk itu kami membutuhkan saran dan kritik agar makalah ini menjadi lebih baik. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah
Pada zaman sekarang baik individu maupun organisasi masih banyak yang belum mampu untuk menerapkan managemen yang baik. Dalam sebuah managemen yang baik harus memiliki empat fungsi penting dari Planning (perencanaan), Organizing (penempatan), Actuating (pengarahan/penggerakan), dan Controlling (pengendalian). Salah satu fungsi tidak berjalan dengan baik dapat mempengaruhi segala aspek managemen.
Banyak individu maupun organisasi yang tidak dapat melakukan pengarahan organisasi dengan baik. Pengarahan dalam memotivasi tiap anggotanya dan berkomunikasi antar anggota maupun mengatasi masalah yang ada di dalam organisasi. Pengetahuan tentang actuating (penggerakan/pengarahan) dikalangan para remaja zaman sekarang harus ditingkatkan. Pengetahuan tentang actuating pun penting untuk diketahui dan dipelajari. Dengan dibuatnya makalah ini, diharapkan akan lebih meningkatkan pengetahuan kita mengenai penjelasan tentang Actuating .
Pengarahan dalam ilmu manajemen merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif dan efisien untuk mencapai sebuah tujuan. Directing bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Salah satu fungsi manajemen yaitu pengarahan atau actuating. Di dalam aspek pengarahan ini akan timbul hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara lebih berdaya guna untuk mencapai tujuan.

1.2.Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari actuating (penggerakan)?
2. Sebutkan manfaat actuating (penggerakan)?
3. Sebutkan prinsip actuating ( penggerakan ) ?
4. Apakah pentingnya actuating (penggerakan) dalam organisasi?

1.3.Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengertian dari actuating (penggerakan).
2. Mengetahui manfaat actuating (penggerakan).
3. Mengetahui prinsip actuating ( penggerakan ).
4. Mengetahui pentingnya actuating (penggerakan) dalam organisasi.

1.4. Manfaat Penelitian
1. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai actuating (penggerakan).
2. Lebih meningkatkan jiwa manajemen pada diri mahasiswa melalui actuating (penggerakan)








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………….
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………………………….
1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………………………………….
1.3 Tujuan ………………………………………………………………………………………………….
1.4 Manfaat Penelitian ………………………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian actuating …………………………………………………………………………..
2.2 Pengertian menurut para ahli…………………………………………………………………….
2.3 Bagian bagian actuating……………………………………………………………………………
2.4 Manfaat actuating…………………………………………………………………………………….
2.5 Pinsip actuating ………………………………………………………………………………………
BAB III PENUTUP
A. Simpulan ……………………………………………………………………………………………….
B. Saran …………………………………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………….









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN ACTUATING
Actuating (pengarahan) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi, actuating artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan. Actuating adalah pelaksanaan untuk bekerja. Actuating merupakan fungsi manajemen yang terpenting dan paling dominan dalam proses manajemen. Fungsi ini baru dapat diterapkan setelah adanya planning (rencana), organizing (organisasi) dan karyawan ada. Jika fungsi ini diterapkan, maka proses manajemen dalam merealisasi tujuan dimulai.

2.2 PENGERTIAN ACTUATING MENURUT PARA AHLI
1. Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Pengarahan yaitu mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja secara efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
2. George R. Terry
Actuating is setting all members of the group to want to achieve and to strike to achieve the objective willingly and keeping with the managerial planning and organizing efforts.
Artinya :
Pengarahan adalah membuat semua anggota kelompok, agar mau bekerja sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian.
3. Koontz dan O’Donnel
Directing and leading are the interpersonal aspects of managing by which subordinate are led to understand and contribute effectively and efficiency to the attainment of enterprise objectives.
Artinya :
Pengarahan adalah hubungan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan – bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata.
Jadi, pengarahan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk membimbing, menggerakkan, mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksanakan sesuatu kegiatan usaha.
4. Keith Davis
Actuating adalah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.
2.3 BAGIAN BAGIAN ACTUATING
1. Staffing
Actuating terbagi ke dalam 5 bagian, yaitu :
Staffing (pengisian jabatan) adalah kegiatan untuk memperoleh karyawan yang efektif yang akan mengisi jabatan-jabatan kosong di organisasi perusahaan.
Pengisian jabatan ini bertujuan agar semua jabatan ada pejabatnya yang akan melaksanakan tugas-tugas pada setiap jabatan tersebut, sehingga sasaran perusahaan dapat tercapai. Pengisian jabatan ini, dilakukan dengan cara penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan yang baik, sehingga para karyawan dapat bekerja efektif dalam melakukan tugas-tugasnya.
Asas pengisian jabatan ini adalah “penempatan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat dan penempatan orang-orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat” atau the right man in the right place and the right man in the right job. Asas ini perlu dihayati dan diterapkan untuk menghindari terjadinya mismanagement dalam kepegawaian. Pokok masalah yang akan dipelajari pada fungsi pengisian jabatan ini, adalah :
· Pengadaan (procurement)
Pengadaan adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan, baik kualitas maupun kuantitasnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk mendapatkan karyawan yang kualitas dan kuantitasnya baik, sehingga efektif mengerjakan tugas-tugasnya harus dilakukan dengan cara :
a.) Job Analysis (analisis jabatan)
Adalah menganalisis pekerjaan-pekerjaan apa aja yang harus dilakukan pada suatu jabatan, mengapa pekerjaan itu dilakukan dan bagaimana melakukannya. Hasil analisis jabatan ini adalah uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan.
b.) Job Description (uraian pekerjaan)
Adalah uraian mengenai tugas-tugas dan tanggung jawab seorang pejabat pada suatu jabatan atau apa hak dan kewajibannya.
c.) Job Specification (spesifikasi pekerjaan)
Adalah uraian syarat-syarat orang yang dapat memangku suatu jabatan tertentu, agar ia dapat bekerja secara efektif.
· Penarikan (recruiting)
Penarikan adalah kegiatan mencari dan mempengaruhi tenaga kerja agar mau melamar lowongan pekerjaan yang masih kosong di perusahaan. “mencari” yaitu menetapkan sumber-sumber tenaga kerja yang akan ditarik. “mempengaruhi” adalah menetapkan cara-cara penarikannya, seperti melalui iklan pada media massa dan melalui para karyawan yang telah ada. Penarikan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu penarikan dengan cara internal maupun dengan cara eksternal.
Penarikan dengan cara internal, yakni karyawan yang akan mengisi lowongan jabatan yang kosong, ditarik dari karyawan yang telah ada dalam perusahaan. Penarikan dilakukan dengan cara “mutasi atau transfer”, baik yang sifatnya vertikal (promosi,demosi) maupun horizontal (rotasi).
a) Promosi adalah mutasi dengan menaikkan pangkat atau jabatan seseorang, sehingga authority dan responsibility-nya semakin besar biasanya diikuti kenaikan pendapatan. Promosi diartikan peningkatan status (jabatan) seseorang karyawan, seperti karyawan percobaan atau calon pegawai menjadi karyawan tetap, atau karyawan operasional diangkat menjadi karyawan manajerial. Dengan peningkatan status (promosi) ini maka hak, kewajiban, dan pendapatannya akan semakin besar pula. Dasar-dasar promosi dikenal atas:
1. Senioritas, yaitu promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja seorang karyawan. Kelemahan senioritas sebagai dasar promosi adalah seorang karyawan yang kemampuannya sangat terbatas, tetapi karena masa kerjanya lebih lama ia yang di promosikan. Kebaikan dasar ini adalah labour turn over relatif kecil.
2. Ability (kecakapan), yaitu promosi yang didasarkan atas kecakapan seorang karyawan, yang kecakapannya lebih baik mendapat prioritas pertama untuk di promosikan.
3. Kombinasi senioritas dan ability adalah promosi yang dilakukan berdasarkan lamanya masa kerja dan tingkat pendidikan formal melalui ujian kenaikan golongan. Dasar promosi kombinasi ini akan lebih baik, lebih lebih objektif, dan akan menempatkan orang terbaik pada suatu jabatan.
b) Demosi adalah mutasi dengan cara penurunan pangkat atau jabatan seseorang karyawan. Kebaikannya :
1. Biaya-biaya penarikan relatif kecil.
2. Perilaku karyawannya telah diketahui.
3. Karyawannya telah berpengalaman.
4. Orientasi dan induksi tidak diperlukan lagi.
5. Karyawan yang cakap ada kesempatan untuk promosi.
6. Memotivasi semangat kerja karyawan.
7. Loyalitas dan kedisiplinan karyawan lebih baik.
8. Dan lain sebagainya.
Keburukannya :
1. Masalah pengisian lowongan tidak terselesaikan, karena mutasi akan menimbulkan lowongan yang kosong kembali.
2. Pelaksanaan sistem kerja hanya tetap begitu-begitu saja.
3. Kewibawaan pejabat yang dipromosikan relatif kurang.
4. Promosinya sering didasarkan atas nepotisme.
5. Dan lain sebagainya.
c) Rotasi (mutasi horizontal) adalah pemindahan seorang karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lainnya, tetapi pangkatnya teta, hanya pekerjaannya yang berbeda. Mutasi/transfer karyawan dilakukan atas “keinginan karyawan atau keinginan perusahaan”. Mutasi dilakukan bertujuan untuk penempatan kembali karyawan, ke jabatan yang lebih sesuai dengan keahliannya.
Penarikan dengan cara eksternal, yakni pelamar pekerjaan yang mengisi lowongan jabatan yang kosong ditarik orang-orang dari luar perusahaan, yaitu :
1. Lembaga-lembaga pendidikan
2. Kantor penempatan tenaga kerja
3. Pasar tenaga kerja (umum)
4. Nepotisme atau kawan-kawan karyawan
Penarikan tenaga kerja atau sumber daya manusia ini dilakukan melalui iklan pada media massa, seperti pada surat kabar, radio dan televisi.
Untuk memperoleh pelamar yang banyak, hendaknya iklan itu dimuat pada media massa terkenal dan peredarannya cukup luas. Semakin banyak pelamar yang memasukkan lamarannya maka kesempatan untuk memperoleh karyawan yang sangat memenuhi persyaratan akan semakin banyak.
· Seleksi (selection)
Seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang diterima atau yang ditolak untuk menjadi karyawan perusahaan itu. Dasar seleksi adalah job specification dari perusahaan bersangkutan. Metode seleksi dikenal atas: “metode nonilmiah dan metode ilmiah”.
Metode nonilmiah, yaitu seleksi yang dilaksanakan tidak didasarkan kepada kiteria/standar atau spesifikasi kebutuhan nyata pekerjaan atau jabatan, tetapi hanya didasarkan kepada perkiraan dan pengalaman saja.
Seleksi dalam hal ini tidak berpedoman kepada job description dan job specifiction dari jabatan yang akan diisi itu. Seleksi nonilmiah (observation method) ini, kurang dapat dipertanggung jawabkan, karena kualitas dan kuantitas karyawan yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan bahkan sering menimbulkan mismanagement kepegawaian.
Metode ilmiah, adalah seleksi yang didasarkan kepada ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata jabatan yang akan diisi serta berpedoman kepada kriteria spesifikasi dan standar-standar tertentu.
Dengan seleksi ilmiah ini diharapkan akan diperoleh karyawan yang qualified dan penempatannya yang tepat, sehingga pembinaannya dan pengembangannya relatif lebih murah.
1. Prosedur Seleksi
a. Seleksi surat-surat lamaran
b. Pemeriksaan referensi
c. Wawancara pendahuluan
d. Seleksi ilmu pengetahuan
e. Tes psikologi
f. Tes kesehatan
g. Wawancara akhir dengan atasan langsungnya
h. Memutuskan diterima atau tidak
2. Tingkat-tingkat Seleksi
a. Seleksi tingkat pertama adalah seleksi yang dilakukan menurut prosedur yang telah ditetapkan perusahaan bersangkutan dan jika lulus maka pelamar dinyatakan diterima dengan status karyawan percobaan atau calon pegawai (capeg).
b. Seleksi tingkat kedua adalah seleksi yang dilakukan selama masa percobaan (capeg) dengan cara mengamati dan menilai mental, perilaku, kedisiplinan dan kemampuan nyata calon karyawan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.
c. Seleksi tingkat ketiga adalah seleksi dengan mengikuti prajabatan atau pelatihan, jika lulus maka calon karyawan (capeg) dingkat menjadi karyawan tetap. Dengan status karyawan tetap ini maka semua haknya sebagai karyawan akan diterima.
3. Penyeleksi
Penyeleksi adalah orang-orang yang melaksanakan seleksi itu, baik dilakukan secara individu maupun kolektif. Penyeleksi ini harus jujur, objektif, dan bebas dari pengaruh “halo efek dan nepotisme”. Jadi keputusan mereka harus berdasarkan nilai nyata yang dicapai peserta seleksi itu.
Penyeleksi ini dapat dilakukan oleh :
a) Bagian Urusan Sumber Daya Manusia (USDM = bagian personalia).
b) Pihak ketiga yang profesional.
c) Kombinasi USDM dan pihak ketiga.
USDM, dimana seleksi itu dilakukan oleh orang-orang dalam perusahaan bersangkutan saja.
Pihak ketiga profesional, artinya seleksi dilakukan oleh orang-orang dari luar perusahaan, misalnya tes psikologi dilakukan oleh ikatan sarjana psikologi dan lain-lainnya.
Kombinasi USDM dan pihak ketiga. Misalnya tes psikologi dan pengetahuan umum dilakukan pihak ketiga, sedang wawancara dilakukan oleh kombinasi USDM dan pihak ketiga, hasilnya akan lebih baik. Pelaksanaan seleksi yang baik akan memperoleh karyawan yang kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga mismanagement kepegawaian dapat dihindarkan.
· Penempatan (placement)
Penempatan adalah kegiatan untuk menempatkan orang-orang yang telah lulus seleksi pada jabatan-jabatan tertentu sesuai dengan uraian pekerjaan dan klasifikasi-klasifikasi pekerjanya (Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan). Penempatan ini sangat penting, karena aktivitas-aktivitas perusahaan baru dapat dilakukan, jika semua jabatan ada pekerjanya.
Dalam penempatan karyawan baru ini harus dilakukan orientasi dan induksi.
Orientasi, artinya memberitahukan kepada karyawanbaru tentang hak dan kewajibannya, tugas dan tanggung jawabnya, peraturan-peraturan perusahaan, sejarah dan struktur organisasi perusahaan serta memperkenalkannya kepada para karyawan lama.
Induksi, adalah kegiatan untuk mempengaruhi tingkah laku karyawan baru yang telah ditempatkan, agar ia menaati peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku (Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan).
· Pelatihan (training)
Pelatihan karyawan perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerjanya. Pelatihan ini memerlukan biaya tetapi biaya-biaya ini menjadi investasi jangka panjang di bidang sumber daya manusia bagi perusahaan bersangkutan.
Pelatihan adalah proses peningkatan kemampuan teknis dan moral kerja karyawan operasional sesuai dengan kebutuhan tugas-tugasnya (Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan).
Training is the short term education process utilizing a systematic and organized procedure by which nonmanagerial personnel learn technical knowledge and skills for a definite purpose (Andrew F. Sikula).
Artinya :
Pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur yang sistematis dan terorganisasi, yang dalam kesempatan itu karyawan operasional belajar pengetahuan teknik pengerjaan dan keahlian untuk tujuan tertentu.
· Pemberhentian (separation)
Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seorang karyawan dengan suatu perusahaan. Pemberhentian (PHK) ini disebabkan oleh keinginan perusahaan, keinginan karyawan, kontrak kerja habis, peraturan perburuhan, pensiun, dan atau meninggal dunia.
Pemberhentian ini diatur berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 1964, P4 D, P4 P, keputusan pengadilan atau pasal 1603, ayat (1) KUHP. Pemberhentian ini berhubungan erat dengan status karyawan bersangkutan. Status karyawan dikenal atas karyawan tetap, karyawan kontrak, karyawan harian lepas, karyawan honorer, dan karyawan percobaan. Karyawan tetap dan karyawan kontrak dapat diberhentikan perusahaan tanpa memberikan pesangon, jika pemberhentian itu didasarkan karen memukul atasan atau asusila di perusahaan. Jika karyawan berhenti atas keinginan sendiri, pesangon tidak diberikan, kecuali atas keijaksanaan perusahaan saja. Bagi karyawan harian lepas, honorer dan percobaan, jika diberhentikan tidak mendapat pesangon. Setiap karyawan yang berhenti selalu membawa biaya-biaya, seperti biaya penarikan, seleksi, dan pelatihan yang merugikan perusahaan. Jika turn-over karyawan suatu perusahaan sering terjadi, hal ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan itu kurang baik.
Labour turn-over (perputaran karyawan) adalah perbandingan antara masuk dan berhentinya karyawan suatu perusahaan.
2. Koordinasi
Definisi-definisi koordinasi yang dikemukakan para ahli sebagai berikut.
A. Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Koordinasi adalah kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan, dan mengkoordinasikan, unsur-unsur manajemen (6M) dan pekerjaan-pekerjaan serta para bawahan dalam mencapai tujuan organisasi.
B. E.F.L Brech
Koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok kepada masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri.
C. G.R. Terry
Koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan. Definisi G.R. Terry ini berati bahwa koordinasi adalah pernyataan usaha dan meliputi ciri-ciri sebagai berikut.
1. Jumlah usaha, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif
2. Waktu yang tepat dari usaha-usaha ini
3. Pengarahan usaha-usaha ini
D. Dr. Awaluddin Djamin, M.P.A
Koordinasi adalah suatu usaha kerjasama antara badan, instansi, unit dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu sedemikian rupa, sehingga terdapat saling mengisi, saling membantu, dan saling melengkapi.
Tipe – tipe Koordinasi
1) Koordinasi vertikal (vertical coordination) adalah kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan oleh atasan terhadap kegiatan unit-unit, kesatuan-kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggung jawabnya.
2) Koordinasi horizontal (horizontal coordination) adalah mengkoordinasikan tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan dalam setingkat organisasi (aparat) yang setingkat. Koordinasi horizontal dibagi atas interdisciplinary dan interrelated.
Interdisciplinary adalah suatu koordinasi dalam rangka mengarahkan, menyatukan tindakan-tindakan, mewujudkan, dan menciptakan disiplin antara unit yang satu dengan yang lain secara intern maupun secara ekstern pada unit-unit yang sama tugasnya.
Interrelated adalah koordinasi antarbadan(instansi),unit-unit yang fungsinyaberbeda, tetapi instansi yang satu dengan yang lain saling begantungan atau mempunyai kaitan baik, secara intern maupun ekstern yang levelnya setaraf.

3. Komunikasi
Komunikasi (communication) merupakan hal yang terpenting dalam manajemen, karena proses manajemen baru terlaksana, jika komunikasi dilakukan. Pemberian perintah, laporan, informasi, berita, saran, dan menjalin hubungan-hubungan hanya dapat dilakukan dengan komunikasi saja, tanpa komunikasi proses manajemen tidak terlaksana.
Henry Clay Lindgren mengatakan bahwa effective leadership means effective communication atau kepemimpinan yang efektif berarti komunikasi yang efektif.
Lawrence D. Brenan, mengemukakan bahwa management is communication atau manajemen adalah komunikasi. Untuk jelasnya pengertian komunikasi ini, penulis mengutip beberapa definisi komunikasi sebagai berikut :
A. Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Komunikasi adalah suatu alat untuk menyampaikan perintah, laporan, berita, ide, pesan atau informasi dari komunikator kepada komunikan agar di antara mereka terdapat interaksi.
B. Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
Communication is received as the transfer of information from one person to an other whether or not it elicits confidence. But the information transfered must be understandable to the receiver.
Artinya :
Komunikasi digambarkan sebagai pemindahan informasi dari seseorang ke orang lain terlepas dari dipercayai atau tidak. Tetapi informasi yang ditransfer tentulah harus dipahami si penerima.
C. R.C. Davis
Communication is the phase of the managerial process that transmits ide as from one person to another for use in the performance of managerial function.
Artinya :
Komunikasi adalah suatu tahap dari proses kepemimpinan, yang memindahkan ide seseorang ke orang lain untuk digunakan dalam fungsi-fungsinya memimpin pekerjaan.
D. William Albig
Communication is the process of transmitting meaningful symbols between individuals.
Artinya :
Komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung pengertian antara individu-individu.
Kesimpulan dari definisi-definisi di atas, yaitu :
1. Komunikasi hanya dapat dilakukan, jika ada komunikator (giver) dan komunikan (receiver)
2. Komunikasi hanya merupakan alat untuk menyampaikan perintah, laporan, informasi, dan lain-lainnya dari seorang komunikator kepada komunikan, jadi bukanlah tujuan.
3. Komunikasi haruslah dapat dipahami oleh si penerima atau komunikan, sehingga menimbulkan interaksi. Jika komunikasi dipahami maka pelaksanaan tugas akan benar.
Tujuan komunikasi, yaitu untuk memberikan perintah, laporan, informasi, ide, saran, berita, dan menjalin hubungan-hubungan dari seorang komunikator kepada komunikan atau penerimanya.
Proses Komunikasi
Unsur-unsur Komunikasi
a) Komunikator (pemberi = giver) adalah orang yang menyampaikan pesan komunikasi itu.
b) Pesan yaitu informasi, perintah, laporan, berita, dan lain-lainnya yang disampaikan itu.
c) Saluran (simbolis = channel) adalah alat (simbol) yang dipergunakan untuk berkomunikasi.
d) Komunikan (penerima = receiver) yaitu orang yang menerima pesan komunikasi tersebut.
e) Feedback (action), adalah reaksi yang ditimbulkan oleh komunikasi itu.
Lambang-lambang Komunikasi
a. Lambang (simbol = channel) adalah alat yang dipergunakan komunikator untuk menyampaikan pesan yang dikomunikasikan kepada komunikan, yaitu :
b. Suara yaitu pesan komunikasi disampaikan dengan suara oleh komunikator.
c. Tulisan (gambar), yaitu pesan komunikasi disampaikan dengan tulisan atau gambar-gambar oleh komunikator kepada komunikannya.
d. Gerak-gerik, yaitu pesan komunikasi disampaikan dengan gerak-gerik oleh komunikator kepada komunikannya, misalnya dengan raut muka, telunjuk, kedipan mata, dan lain-lainnya.
e. Warna yaitu pesan komunikasi disampaikan dengan warna oleh komunikator kepada komunikan, misalnya lampu petunjuk jalan pada perempatan, merah berhenti, kuning siap untuk jalan, dan hijau boleh jalan, bendera putih tanda menyerah, dan lain-lainnya.
Fungsi-fungsi Komunikasi
1. Instructive, artinya komunikasi dalam hal ini berfungsi untuk memberikan perintah dari atasan kepada bawahannya.
2. Evaluation, artinya komunikasi berfungsi untuk menyampaikan laporan dari bawahan kepada atasannya.
3. Informative, adalah komunikasi dalam hal ini berfungsi untuk menyampaikan informasi, beita, dan pesan-pesan lainnya.
4. Influencing, artinya komunikasi dalam hal ini berfungsi untuk memberikan saran-saran, nasehat-nasehat dari seseorang kepada orang lain.
Ruang Lingkup Komunikasi
1. Public Communication (komunikasi massa) adalah komunikasi dalam arti luas, artinya pesan komunikasi itu ditunjukkan kepada masyarakat luas, baik yang dikenal maupun tidak. Misalnya : tulisan dalam surat kabar, majalah, buku, pidato di televisi, dan radio.
2. Business Communication adalah komunikasi dalam arti sempit, artinya pesan komunikasi itu dilakukan dalam suatu perusahaan atau organisasi. Pesan komunikasi itu biasanya berfungsi untuk instructive dan evaluative, seperti memberikan perintah dan laporan-laporan.
Tipe-tipe Komunikasi
1. Komunikasi Formal (formal communication) adalah komunikasi dalam organisasi formal, pesannya instructive dan evaluative yang dilakukan mengikuti rangkaian hierarki formal organisasi serta hubungannya dengan tugas-tugas dan tanggung jawab. Pesan komunikasi ini dilakukan secara vertikal dari atasan ke bawahan (perintah) atau dari bawahan ke atasan (laporan).
2. Komunikasi Informal (informal communication = the grapevine = pohon anggur) adalah komunikasi dalam organisasi informal atau formal. Pesan komunikasinya berfungsi informative dan evaluative, jadi tidak berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab. Komunikasi bertujuan memberikan berita atau pesan dan menciptakan hubungan-hubungan manusia.
Komunikasi efektif artinya jika komunikan mengerti, mempersepsi dan melaksanakan reaksi (action) atau tugas-tugas sesuai dengan pesan yang diberikan oleh komunikatornya dan ada feedback-nya.
Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan mengemukakan syarat komunikasi yang baik, yaitu :
1. Disampaikan pada waktu dan kondisi yang tepat.
2. Channel dan simbol-simbol komunikasi yang baik dan jelas.
3. Mempergunakan kata-kata dan kalimat-kalimat yang mudah dipahami dan persepsinya jelas.
4. Memperhatikan kemampuan daya tangkap dan daya nalar komunikan.
5. Komunikator menyampaikannya dengan tenang dan tidak emosional.
6. Disampaikan secara jelas dengan menghindari hambatan-hambatan komunikasi.
7. Dilakukan dengan komunikasi dua arah (two way traffic).
8. Pesan disampaikan secara lengkap dan menyeluruh.
9. Jika dipahami maka terjadi reaksi (action) dan feed back positif yang menimbulkan interaksi.
4. Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa Latin, Mavere yang berarti dorongan atau daya penggerak. Motivasi ini hanya diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Pada dasarnya perusahaan bukan saja mengharapkan karyawan yang mampu,cakap, dan terampil, tetapi yang terpenting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Motivasi penting, karena dengan motivasi ini, diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi.

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli
1. Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
2. Harold Koontz
Motivation refers to the drive and effort to satisfy a want or goal.
Artinya :
Motivasi mengacu pada dorongan dan usaha untuk memuaskan kebutuhan atau suatu tujuan.
3. Wayne F. Cascio
Motivation is a force that results from an individuals desire to satisfy their needs (e.g. hunger, thirst, social approval).
Artinya :
Motivasi adalah suatu kekuatan yang dihasilkan dari keinginan seseorang untuk memuaskan kebutuhannya (misalnya: rasa lapar, haus, dan bermasyarakat).
4. Stephen P. Robbine
We will define motivation as the willingness to exert high levels of effort toward organizational goals, conditional by efforts ability to satisfy some individual need.
Artinya :
Kita akan mendefinisikan motivasi sebagai suatu kerelaan untuk berusaha seoptimal mungkin dalam pencapaian tujuan organisasi yang dipengaruhi oleh kemampuan usaha untuk memuaskan beberapa kebutuhan individu.
5. American Encyclopedia
Motivation: That predisposition (it self the subject of much controvency) within the individual which arouses sustain and direct his behavior. Motivation involve such factor as biological and emotional needs that can only be inferred from observation behavior.
Artinya :
Motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkit topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya.
Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya apat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia.
6. Merle J. Moskowits
Motivaton is usually defined the initiation and direction of behavior and the study of motivation is in effect the study of course of behavior.
Artinya :
Motivasi secara umum didefinisikan sebagai inisiatif dan pengarahan tingkah laku dan pelajaran motivasi sebenarnya merupakan pelajaran tingkah laku.
Aspek dan Pola Motivasi
Aspek motivasi dibedakan antara aspek aktif atau dinamis dan aspek pasif atau statis.
Dalam aspek aktif atau dinamis, motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan dan mengarahkan sumber daya manusia agar secara produktif berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam aspek pasif atau statis, motivasi akan tampak sebagai kebutuhan dan juga sekaligus sebagai perangsang untuk dapat mengarahkan dan menggerakkan potensi sumber daya manusia ke arah tujuan yang diinginkan.
Dr. David McClelland mengemukakan pola motivasi sebagai berikut :
1. Achievement Motivation, adalah suatu keinginan untuk mengatasi atau mengalahkan suatu tantangan, untuk kemajuan dan pertumbuhan.
2. Affiliation Motivation, adalah dorongan untuk melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain.
3. Competence Motivation, adalah dorongan untuk berprestasi baik dengan melakukan pekerjaan yang bermutu tinggi.
4. Power Motivation, adalah dorongan untuk dapat mengendalikan suatu keadaan dan adanya kecenderungan mengambil resiko dalam menghancurkan rintangan-rintangan yang terjadi.

Tujuan Pemberian Motivasi
1. Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan.
2. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
3. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
4. Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan.
5. Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi karyawan.
6. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
7. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
8. Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan.
9. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.
10. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.
11. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.

Jenis-Jenis Motivasi
1. Motivasi Positif (insentif positif) manajer memotivasi bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi baik. Dengan motivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat, karena manusia pada umumnya senang menerima yang baik-baik saja.
2. Motivasi Negatif (insentif negatif), manajer memotivasi bawahannya dengan memberikan hukuman kepada mereka yang pekerjaannya kurang baik (prestasinya rendah). Dengan motivasi negatif ini, semangat kerja bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat, karena mereka takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.

Metode-Metode Motivasi
1. Metode Langsung (direct motivation), adalah motivasi (material dan nonmaterial) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasannya. Jadi, sifatnya khusus seperti memberikan pujian, penghargaan, bonus, piagam dan lain sebagainya.
2. Motivasi Tidak Langsung (indirect motivation), adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja/kelancaran tugas, sehingga para karyawan betah dan bersemangat melakukan pekerjaannya. Misalnya: kursi yang empuk, mesin-mesin yang baik, ruangan kerja terang dan nyaman, suasana dan lingkungan pekerjaan yang baik, penempatan karyawan yang tepat dan lain-lainnya. Motivasi tidak langsung ini besar pengaruhnya untuk merangsang semangat bekerja karyawan, sehingga produktivitas kerja meningkat.

5. Leadership (kepemimpinan)
Kepemimpinan merupakan intisari manajemen. Dengan kepemimpinan yang baik, proses manajemen akan berjalan lancar dan karyawan bergairah melaksanakan tugas-tugasnya. Gairah kerja, produktivitas kerja, dan proses manajemen suatu perusahaan akan baik, jika tipe, gaya, cara atau style kepemimpinan yang diterapkan manajernya baik.
Tegasnya baik atau buruknya, tercapai atau tidaknya tujuan suatu perusahaan sebagian besar ditentukan oleh kecakapan manajer dalam melaksanakan kepemimpinannya untuk mengerahkan para bawahannya. Kecakapan dan kewibawaan seorang manajer melakukan kepemimpinannya akan mendorong gairah kerja, kreativitas, partisipasi, dan loyalitas para bawahan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
Leader adalah orangnya, sedangkan leadership ialah gaya atau style seorang manajer untuk mengarahkan, mengkoordinasi, dan membina para bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja produktif mencapai tujuan perusahaan.
Definisi-definisi kepemimpinan yang dikemukakan para penulis adalah sebagai berikut.
· Menurut Pancasila
Kepemimpinan yang berdasarkan Pancasila ialah kepemimpinan yang memiliki jiwa Pancasila, yang memiliki wibawa dan daya untuk membawa serta memimpin masyarakat lingkungannya ke dalam kesadaran kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
· Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Kepemimpinan adalah seni seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.
· Chester Irving Barnard
Kepemimpinan adalah kemampuan pribadi untuk menegaskan keputusan yang memberikan dimensi mutu dan dimensi kesusilaan terhadap koordinasi kegiatan organisasi dan perumusan tujuannya.
· Ordway Tead
Leadership is the activity of influencing people to cooperate toward some goals which come to find desirable.
Artinya :
Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mau bekerja sama untuk mencapai beberapa tujuan yang mereka inginkan.
· William G. Scott
Leadership as the process of influencing the activities of an organized group in it efforts toward goals setting and goal achievement.
Artinya :
Kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisasi dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
· John D. Pfiffner & Robert Presthus
Leadership is the art of coordinating and motivating individuals and group to achieve desired ends.
Artinya :
Kepemimpinan adalah seni mengkoordinasi dan memotivasi individu-individu dan kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
· Harold Koontz dan Cyrill O’Donnell
Leadership is the art of inducing subordinates to accomplish their assignment with zeal and confidence.
Artinya :
Kepemimpinan adalah seni membujuk bawahan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan semangat keyakinan.
· Kae H. Chung dan Leon C. Megginson
Leadership is the process of influencing other people for the purpose of achieving shared goals.
Artinya :
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain dengan maksud untuk mencapai tujuan bersama.
· Paul Hersey dan Kennet H. Blanchard
Leadership is the process of influencing the activities of an individual or a group in effort toward goal achievement in a given situation.
Artinya :
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.
Unsur-Unsur Kepemimpinan
1. Pemimpin (leader = head) adalah orang yang memimpin.
2. Bawahan (pengikut) adalah orang-orang yang dipimpin.
3. Organisasi adalah alat dan wadah untuk melakukan kepemimpinan.
4. Tujuan (objective) adalah sasaran yang ingin dicapai.
5. Lingkungan adalah internal dan eksternal perusahaan.
Cara/Gaya/Tipe/Style Kepemimpinan
Cara atau gaya-gaya kepemimpinan yang dilakukan seorang pemimpin dalam mempengaruhi para bawahannya tidak sama.
Gaya-gaya kepemimpinan menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, adalah :
1. Kepemimpinan Otoriter, yaitu jika seorang pemimpin menganut sistem sentralisasi wewenang. Falsafah pemimpin, bawahan adalah untuk pemimpin (atasan) dan menganggap dirinya yang paling berkuasa, paling pintar dan mampu.
2. Kepemimpinan Partisipatif, yaitu jika seorang pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinannya dilakukan dengan cara persuasif, menciptakan kerja syang serasi, menumbuhkan loyalitas dan partisipasi bawahannya.
3. Kepemimpinan Delegatif, yaitu jika seorang pemimpin mendelegasikan wewenang kepada bawahannya dengan agak lengkap, sehingga bawahan itu dapat mengambil keputusan dan kebijakan-kebijakan dengan agak bebas atau leluasa dalam melaksanakan pekerjaannya.
Gaya-gaya kepemimpinan menurut Stephen J. Carroll dan Henry L. Tosi, adalah Kharismatik: Mereka memiliki kesetiaan dan tanggung jawab dari pengikutnya, bukan karena mereka memiliki kemahiran khusus atau ada pada kedudukan khusus, tetapi karena para pengikutnya menanggapinya sebagai individu. Pengaruh kharismatik tidak dapat dipindahkan kepada orang lain.
2.4 MANFAAT ACTUATING
Memberi pengarahan efektif dapat dilaksanakan oleh seorang untuk suatu kelompok. Biasanya, manajer yang melaksanakan pengarahan karena manajer mengetahui keahlian dan kemampuan karyawan, mengerti kapasitas dan keinginan karyawan, mengetahui hasil dan , mengamati etos kerja karyawan. Dengan semua latar belakan tersebut, manajer akan mampu memilih teknik memberikan pengarahan yang efektif untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dengan cara yang terbaik.Manajer yang mengarahkan karyawan, harus menggunakan instruksi-instruksi yang menunjang pengetahuan tentang aspek untuk melakukan suatu tugas tertentu. Demikian pula untuk dapat mengikuti tujuan, maka diliput berbagai situasi,diberi data yang rinci, dan dikemukakan urutan langkah-langkah yang harus ditempuh.

2.5 PRINSIP – PRINSIP ACTUATING
Ø Pengarahan harus jelas
Ø Pengarahan diberikan satu per satu
Ø Pengarahan harus positif
Ø Pengarahan harus diberikan kepada orang yang tepat
Ø Pengarahan harus erat dengan motivasi
Ø Perintah satu aspek berkomunikasi

Mengendalikan Fungsi Manajemen
Prinsip Actuating dalam manajemen, menurut Kurniawan ( 2009 ) :
1. Memperlakukan pegawai dengan sebaik – baiknya
2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4. Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya
Dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia, juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah laku yang berbeda-beda, memiliki pandangan serta pola hidup yang berbeda pula.

Pentingnya Actuating dalam Organisasi
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Actuating adalah fungsi managemen yang berhubungan dengan kegiatan mengarahkan, membimbing, menggerakan semua karyawan agar mau bekerjasama dan bekerja efektif secara efisien, agar terwujudnya tujuan yang telah ditetapkan.
Fungsi pengarahan agar karyawan mampu bekerjasama dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan yang nyata.
Dan unsur yang paling penting dalam pengarahan yaitu motivasi dan komunikasi. Seorang manager harus mampu memotivasi karyawan agar mau mangikutinya. Dan harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.
SARAN
Menjadi seorang manager dalam perusahaan harus mampu mengendalikan lima fungsi managemen, terutama adalah pengarahan dan pergerakan. Demikianlah makalah yang sederhana ini kami susun semoga dapat bermanfaat bagi penyusun pada khususnya dan pembaca pada umumnya.





DAFTAR PUSTAKA
Hasibuan, Malayu S.P, Haji. 2011. Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
http://joemarnioye.blogspot.co.id/2013/02/makalah-fungsi-manajemen-actuating.html
(Diakses 1 Agustus 2013)
http://ratnairmanurakbar.blogspot.co.id/2014/05/pengarahan-actuating.html
(Diakses 23 Mei 2014)

Makalah“Pengembangan ekowisata

Makalah
“Pengembangan ekowisata
suatu daerah”

OLEH
NI Wayan Hulan Rosiani Dewi (201920100037
Robertus Mataufue (201920100023)
Stevanus Sherrengs (201920100017)

                                                  KATA PENGANTAR 

        Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini sehingga dapat terselesaikan. Tanpa pertolongan-NYA mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.                                                                                                                       

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui proses-prose pengembanagan ekologi pariwisata di suatu daerah tertentu yang terjadi di seitar kita yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari beberapa sumber di internet. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini berisi tentang “Proses Pengembangan Ekologi Pariwisata di Suatau Daerah” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian kami untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap duniapariwisata. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini sehingga kini bisa dibaca dan memberikan informasi tertentu pada pembaca.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar………………………………………………………………………………1
Daftar Isi…………………………………………………………………………………….2
BAB I
Pendahuluan
I. Latar Belakang………………………………………………………………………3
II. Perumusan Masalah…………………………………………………………………….4
III. Pembatasan Masalah…………………………………………………………………4
IV. Tujuan Penulisan……………………………………………………………………..4

BAB II
Pembahasan
I. Pengertian Ekowisata………………………………………………………………..5
II. Pengembangan Ekowisata……………………………………………………………5
III. Kriteria Pengembangan Ekowisata di daerah Taman Nasional……………………..10
IV. Pengembangan Ekowisata di Daerah Pulau Kumala, Kalimantan Timur…………..16

BAB III

Penutup
I. Kesimpulan…………………………………………………………………………19
II. Saran………………………………………………………………………………..19

Daftar Pustaka………………………………………………………………………………20

BAB I
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG
Konsep ekowisata di dunia pertamakali diperkenalkan oleh pakar ekowisata yang telah lama menggeluti perjalanan alam, yakni Hector Ceballos dan Lascurain (1987). Kemudian, The Ecotourism Society pada 1993 menyempurnakan konsep ekowisata dengan mendefinisikan sebagai suatu perjalanan bertanggungjawab pada lingkungan alami yang mendukung konservasi dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat.
Pada dasarnya ekowisata merupakan perpaduan dari berbagai minat yang tumbuh dari keprihatinan lingkungan, ekonomi, dan sosial. Sementara itu, menurut kamus bahasa, ekowisata merupakan bentuk kegiatan pariwisata yang memperhatikan atau sejalan dengan kegiatan konservasi.
Secara ekonomi, pengembangan ekowisata atau bisa juga disebut sebagai pariwisata alam, harus dapat memberi keuntungan bagi penyelenggaranya atau devisa bagi negara yang memiliki dan mengembangkan ekowisata. Di berbagai negara seperti Nepal, Brazil, Costa Rica, Zimbabwe dan negara-negara di Afrika, saat ini mengandalkan ekowisata sebagai penghasil devisa. Indonesia pun bisa melakukan hal serupa, sehingga di kemudian hari ekowisata dapat menyumbangkan devisa yang lebih besar lagi.
Potensi Indonesia => Indonesia sebagai salah satu negara megabiodeversiti atau memiliki berbagai keanekaragaman hayati dan didukung keindahan alamnya yang mempesona, serta memiliki beranekaragam budaya, berpeluang sangat besar untuk mengandalkan pariwisata alam (ekowisata) sebagai sumber devisa.
Dengan pengelolaan yang terpadu, ekowisata berpotensi untuk menggerakkan ekonomi nasional dan mensejahterakan rakyat di sekitar kawasan yang dikembangkan sebagai pariwisata alam.

II. PERUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang akan dubahas dalam makalah ini yaitu :

  1. Apakah pengertian dari ekowisata ?
  2. Apakah pengertian dari pengembangan ekologi pariwisata ?
  3. Bagaimana proses-proses pengembangan ekologi pariwisata di daerah ?
  4. Bagaimana proses pengembangan ekologi pariwisata di Taman Nasional ?
  5. Bagaimana proses pengembangan ekologi pariwisata di daerah pulai Kumala, Kaimantan Timur ?

III. PEMBATASAN MASLAH
Agar materi yang akan dibahas dalam makalah ini tidak tumpang tindih dan pembahasannya tidak keluar dari judul makalah maka batasan-batasan masalah yang akan dibahas sesuai dengan rumusan masalah diatas yaitu :

  1. Pengertian dari Ekowisata.
  2. Pengertian dari pengembangan ekologi pariwisata.
  3. Proses/tahapan pengembangan ekowisata.
  4. Proses pengembangan ekowisata di Taman Nasional.
  5. Proses Pengembangan ekowisata di daerah pulau Kumala, Kalimantan Timur.

IV. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar pembaca dapat memahami :

  1. Pengertian dari Ekowisata.
  2. Pengertian dari pengembangan ekologi pariwisata.
  3. Proses/tahapan pengembangan ekowisata.
  4. Proses pengembangan ekowisata di Taman Nasional.
  5. Proses Pengembangan ekowisata di daerah pulau Kumala, Kalimantan Timur.

BAB II
PEMBAHASAN

I. PENGERTIAN/DEFINISI EKOWISATA
ekowisata dapat didifinisikan sebagai penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggung jawab di tempat-tempat alami dan atau daerah-daerah yang dibuat berdasarkan kaidah alam dan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatnkan kesejahtraan masyarakat setempat.

II. PENGEMBANGAN EKOLOGI PARIWISATA
Secara konseptul pengembangan ekowisata dapat didefinisikan sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Sementara ditinjau dari segi pengelolaanya.
A. Unsur-unsur Pengembangan Ekowisata
Pengembangan ekowisata sangat dipengaruhi oleh keberadaan unsur-unsur yang harus ada dalam pengembangan itu sendiri, yaitu:

  1. Sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya
    Kekayaan keanekaragaman hayati merupakan daya tarik utama bagi pangsa pasar ekowisata sehingga kualitas, keberlanjutan dan pelestarian sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya menjadi sangat penting untuk pengembangan ekowisata. Ekowisata juga memberikan peluang yang sangat besar untuk mempromosikan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional maupun lokal.
  2. Masyarakat
    Pada dasarnya pengetahuan tentang alam dan budaya serta daya tarik wisata kawasan dimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu pelibatan masyarakat menjadi mutlak, mulai dari tingkat perencanaan hingga pada tingkat pengelolaan.
  3. Pendidikan
    Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya. Ekowisata memberikan nilai tambah kepada pengunjung dan masyarakat dalam bentuk pengetahuan dan pengalaman. Nilai tambah ini mempengaruhi perubahan perilaku dari pengunjung, masyarakat dan pengembang pariwisata agar sadar dan lebih menghargai alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.
  4. Pasar
    Kenyataan memperlihatkan kecendrungan meningkatnya permintaan terhadap produk ekowisata baik di tingkat internasional dan nasional. Hal ini disebabkan meningkatnya promosi yang mendorong orang untuk berperilaku positif terhadap alam dan berkeinginan untuk mengunjungi kawasan-kawasan yang masih alami agar dapat meningkatkan kesadaran, penghargaan dan kepeduliannya terhadap alam, nilai-nilai sejarah dan budaya setempat.
  5. Ekonomi
    Ekowisata memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang non ekstraktif, sehingga meningkatkan perekonomian daerah setempat. Penyelenggaraan yang memperhatikan kaidah-kaidah ekowisata mewujudkan ekonomi berkelanjutan.
  6. Kelembagaan
    Pengembangan ekowisata pada mulanya lebih banyak dimotori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat, pengabdi masyarakat dan lingkungan. Hal ini lebih banyak didasarkan pada komitmen terhadap upaya pelestarian lingkungan, pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Namun kadang kala komitmen tersebut tidak disertai dengan pengelolaan yang baik dan profesional, sehingga tidak sedikit kawasan ekowisata yang hanya bertahan sesaat. Sementara pengusaha swasta belum banyak yang tertarik menggarap bidang ini, karena usaha seperti ini dapat dikatakan masih relatif baru dan kurang diminati karena harus memperhitungkan social cost dan ecological-cost dalam pengembangannya.
    Masalah yang mendasar adalah bagaimana membangun pengusaha yang berjiwa pengabdi masyarakat dan lingkungan atau lembaga pengabdi masyarakat yang berjiwa pengusaha yang berwawasan lingkungan. Pilihan kedua, yaitu mengembangkan lembaga pengabdi masyarakat yang berjiwa pengusaha berwawasan lingkungan dilihat lebih memungkinkan, dengan cara memberikan pelatihan manajemen dan profesionalisme usaha. Untuk hal ini diperlukan bentuk kerja sama dan kemitraan yang nyata yang bersifat lintas sektor, baik ditingkat lokal, nasional, bahkan jika memungkinkan tingkat internasional, secara sinergis saling menguntungkan, tidak bersifat eksploitatif, adil dan transparan dengan pembagian tugas yang jelas.
    Aktualisasi dari kerja sama ini, juga dimungkinkan bagi daerah yang akan mengembangkan Daerah Tujuan Ekowisata dengan memanfaatkan potensi Taman Wisata Alam dan Taman Nasional yang ada di wilayahnya. Pemerintah daerah setempat dapat memprakarsai pembentukan suata “Badan” (“board”) yang akan mengelola ekowisata secara profesional.
    B. Prinsip-Prinsip Pengembangan Ekowisata
    Dalam pengembangan ekowisata perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  7. Konservasi
    o Pemanfaatan keanekaragaman hayati tidak merusak sumber daya alam itu sendiri.
    o Relatif tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kegiatannya bersifat ramah lingkungan.
    o Dapat dijadikan sumber dana yang besar untuk membiayai pembangunan konservasi.
    o Dapat memanfaatkan sumber daya lokal secara lestari.
    o Meningkatkan daya dorong yang sangat besar bagi pihak swasta untuk berperan serta dalam program konservasi. Mendukung upaya pengawetan jenis.
  8. Pendidikan
    Meningkatkan kesadaran masyarakat dan merubah perilaku masyarakat tentang perlunya upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
  9. Ekonomi
    o Dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi pengelola kawasan, penyelenggara ekowisata dan masyarakat setempat.
    o Dapat memacu pembangunan wilayah, baik di tingkat lokal, regional mapun nasional.
    o Dapat menjamin kesinambungan usaha.
    o Dampak ekonomi secara luas juga harus dirasakan oleh kabupaten/kota, propinsi bahkan nasional.
  10. Peran Aktif Masyarakat
    o Membangun hubungan kemitraan dengan masyarakat setempat
    o Pelibatan masyarakat sekitar kawasan sejak proses perencanaan hingga tahap pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi.
    o Menggugah prakarsa dan aspirasi masyarakat setempat untuk pengembangan ekowisata.
    o Memperhatikan kearifan tradisional dan kekhasan daerah setempat agar tidak terjadi benturan kepentingan dengan kondisi sosial budaya setempat.
    o Menyediakan peluang usaha dan kesempatan kerja semaksimal mungkin bagi masyarakat sekitar kawasan.
  11. Wisata
    o Menyediakan informasi yang akurat tentang potensi kawasan bagi pengunjung.
    o Kesempatan menikmati pengalaman wisata dalam lokasi yang mempunyai fungsi konservasi.
    o Memahami etika berwisata dan ikut berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan.
    o Memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengunjung.

C. Pengendalian Kerusakan Keanekaragaman Hayati
Dalam rangka pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Aspek Pencegahan
    Menguragi dampak negatif dari kegiatan ekowisata dengan cara:
    · Pemilihan lokasi yang tepat (menggunakan pendekatan tata ruang)
    · Rancangan pengembangan lokasi yang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung.
    · Rancangan atraksi/kegiatan yang sesuai denan daya dukung kawasan dan kerentanan.
    · Merubah sikap dan perilaku stakeholder, mulai dari pengelola kawasan, penyelenggara ekoturisme (tour operator) serta wisatawan itu sendiri.
    · Memilih Segmen Pasar yang sesuai.
  2. Aspek Penanggulangan
    · Menyeleksi pengunjung termasuk jumlah pengunjung yang diperkenankan dan minat kegiatan yang diperkenankan (control of visitor).
    · Menentukan waktu kunjungan
    · Mengembangkan pengelolaan kawasan (rancangan, peruntukan, penyediaan fasilitas) melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan nilai estitika serta kemudahan akses kepada fasilitas.
  3. Aspek Pemulihan
    · Menjamin mekanisme pengembalian keuntungan ekowisata untuk pemeliharaan fasilitas dan rehabilitasi kerusakan lingkungan.
    · Peningkatan kesadaran pengunjung, pengelola dan penyedia jasa ekowisata.

III. PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DAERAH TAMAN NASIONAL
Kriteria Pengembangan Ekowisata di Taman Nasional dalam rangka pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yaitu :
A. Tahap Perencanaan

        Perencanaan merupakan tahap awal dari pengembangan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Antisipasi dan regulasi dari peubahan yang akan terjadi dalam suatu sistem yang akan dikembangkan, dirancang atau disusun dalam perencanaan. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa pengembangan dapat meningkatkan keuntungan sosial, ekonomi dan lingkungan bagi setiap pelakunya. Proses perencanaan diharapkan terpadu, melibatkan semua pihak dan mengacu kepada rencana pengembangan lokal, regional dan nasional.                                                                                                                                   
        Adapun kriteria yang perlu diperhatikan pada tahap perencanaan ini meliputi:
  1. Rencana pengembangan ekowisata harus mengacu pada rencana pengelolaan kawasan.
    Rencana pengelolaan kawasan merupakan panduan tertulis pengelolaan habitat, kegiatan, peruntuka kawasan, pengorganisasian dan monitoring dalam rangka menjamin kelestarian fungsi kawasan. Pengembangan ekowisata yang merupakan salah satu kegiatan yang diperkenankan untuk dilakukan didalam kawasan taman nasional dan taman wisata alam, dengan demikian harus sesuai dengan rencana pengelolaan kawasan.
    Indikator:
    Rencana pengembangan ekowisata sesuai dengan rencana pengelolaan kawasan.
  2. Memperhatikan kondisi ekologi/lingkungan.
    Alam merupakan modal dasar penyelenggaraan ekowisata, untuk itu kriteria terhadap aspek ini menjadi sangat penting agar kegiatan ekowisata tidak menimbulkan dampak yang merusak kawasan Taman Nasional dan Taman Wisata Alam serta lingkungan sekitarnya.

Yang harus diperhatikan adalah:
· Rona awal kondisi fisik, kimia, biologi dan wilayah yang akan dkembangkan menjadi obyek wisata.
· Perilaku satwa; ekowisata yang akan dikembangkan tidak akan merubah perilaku satwa.
· Perencanaan sarana dan prasarana harus direncanakan dengan seting alam setempat dan tidak memotong lintasan satwa/jalur satwa.
Indikator:
· Telah melakukan survey pendahuluan terhadap potensi keanekaragaman hayati.
· Rencana pengembangan ekowisata sesuai dengan hasil survey pendahuluan.

  1. Memperhatikan daya tarik, keunikan alam dan prospek pemasaran daya tarik tersebut.
    Pengemasan produk dan pemilihan obyek yang merupakan ciri khas dan daya tarik suatu wilayah pengembangan ekowisata harus terencana dengan baik dan variatif.
    Indikator:
    · Telah melakukan survey pendahuluan terhadap potensi budaya dan tradisi setempat serta melakukan struktur ekonomi masyarakat setempat.
    · Rencana pengembangan ekowisata didasarkan pada survey pendahuluan.
  2. Memperhatikan kondisi sosial, budaya dan ekonomi.
    Pengetahuan tentang alam dan budaya serta daya tarik suatu wilayah dimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu keterlibatan masyarakat pada tahap perencanaan akan sangat berpengaruh untuk keberlanjutan obyek dimaksud. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, masyarakat akan merasa memiliki obyek ekowisata tersebut.
    Beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi:
    · Kegiatan ekowisata harus mampu memberdayakan masyarakat sekitar.
    · Memperhatikan rona awal sosial, budaya dan ekonomi dari wilayah yang akan dikembangkan menjadi obyek.
    · Membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar.
    · Merangsang/memotivator pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
    Indikator:
    · Telah melakukan survey awal terhadap permintaan pasar.
    · Telah melakukan perhitungan nilai ekonomi dari prospek pengembangan ekowisata.
    · Rencana pengembangan sesuai dengan hasil survey.
  3. Tata Ruang
    Kegiatan yang direncanakan harus memperhatikan tingkat pemanfaatan ruang dan daya dukung ruang yang tersedia bagi pengunjung, serta fasilitas umum yang memadai.
    Yang harus diperhatikan:
    · Kualitas daya dukung lingkungan kawasan tujuan melalui pelaksanaan sistem pemintakatan (zonasi). Perencanaan pembangunan wilayah setempat; ekowisata yang akan dikembangkan harus terintegrasi dengan pembangunan wilayah setempat.
    Indikator:
    Rencana pengembangan ekowisata sesuai dengan rencana tata ruang wilayah propinsi/kabupaten/kota.
  4. Melakukan analisis potensi dan hambatan yang meliputi analisis terhadap potensi sumberdaya dan keunikan alam, analisis usaha, analisis dampak lingkungan, analisis ekonomi (cost & benefit), analisis sosial dan analisis pemanfaatan ruang.
    Indikator:
    Telah melakukan analisis potensi dan hambatan yang meliputi analisis terhadap potensi sumberdaya dan keunikan alam, analisis usaha, analisis dampak lingkungan, analisis ekonomi (cost & benefit), analisis sosial dan analisis pemanfaatan ruang.
  5. Menyusun Action Plan/Rancang Tindak Terintegrasi atas dasar analisis yang telah dilakukan.
    Indikator:
    Telah menyusun Action Plan/Rancang Tindak Terintegrasi atas dasar analisis yang telah dilakukan.
  6. Melakukan Public Hearing/Konsultasi Publik terhadap rencana yang akan dikembangkan.
    Indikator:
    Telah melakukan public hearing/konsultasi publik terhadap rencana yang akan dikembangkan.

B. Tahap Pelaksanaan

     Pengelolaan suatu obyek wisata di kawasan taman nasional dan taman wisata alam merupakan bagian dari strategi perlindungan alam. Dengan demikian, pengelolaan yang akan diterapkan harus sejalan dengan tujuan pengelolaan suatu kawasan konservasi. Kriteria yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
  1. Mengelola obyek daerah tujuan ekowisata
    Mengelola jumlah dan distribusi pengunjung serta mengatur periode kunjungan sesuai dengan daya dukung kawasan serta perilaku satwa.
    Indikator:
    · Jumlah pengunjung sesuai dengan daya dukung kawasan dan periode kunjungan.
    · Tidak terjadi perubahan perilaku satwa.
    · Meminimumkan dampak negatif yang ditimbulkan dengan kegiatan yang bersifat ramah lingkungan.
  2. Pengembangan ekowisata harus mengikuti penetapan zonasi kawasan (hanya boleh dilakukan dalam zona pemanfaatan atau peruntukan kawasan).
    Indikator:
    Pengembanga ekowisata dilakukan pada zona yang diperkenankan.
  3. Mengembangkan bisnis wisata
    Melakukan pemasaran secara proporsional dan menjalin jejaring kerja (networking) dengan pasar regional, nasional dan internasional.
    Indikator:
    Pemasaran sudah tersebar di pasar regional, nasional dan internasional.
  4. Mengembangkan produk-produk yang lebih bervariatif.
    Indikator:
    Terdapat banyak alternatif produk wisata.
  5. Meningkatkan perlindungan terhadap konsumen.
    Indikator:
    Pengunjung merasa nyaman dan aman.
  6. Membangun Kemitraan
    Membangun hubungan kemitraan dengan masyarakat, pengusaha dan pemerintah daerah dalam pengembangan obyek ekowisata.
    Indikator:
    · Tidak timbul keresahan di daerah.
    · Melibatkan setiap stakeholder dalam menyusun kode etik.
  7. Sumber Daya Manusia
    Meningkatkan kapasitas bagi pengelola dan pemandu serta masyarakat melalui pelatihan-pelatihan.
    Indikator:
    Tersedianya pengelola dan pemandu yang profesional.

C. Tahap Monitoring Dan Evaluasi

        Setelah tahap perencanaan dan pelaksanaan dilakukan secara taat dan konsisten, maka kriteria selanjutnya yang harus diperhatikan adalah Tahap Monitoring dan Evaluasi. Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara periodik dan berkesinambungan pada masing-masing tahap kegiatan. Evaluasi merupakan umpan balik bagi tindakan atau rencana selanjutnya. Kriteria yang harus diperhatikan dalam tahapan monitoring dan evaluasi adalah:
  1. Melakukan monitoring secara terintegrasi.
    Indikator:
    Monitor dilakukan secara terpadu lintas sektor antara Pemerintah Daerah, Pemangku Kawasan dan Masyarakat dengan mengembangkan sisem dan prosedur monitoring yang disepakati dan disesuaikan kondisi setempat.
  2. Melakukan evaluasi terhadap setiap tahapan pelaksanaan.
    Indikator:
    · Terdapat jadwal (schedule) monitoring dan evaluasi.
    · Memeriksa kembali apakah pelaksanaan telah sesuai dengan Rancang Tindak yang telah disepakati bersama.
    · Melakukan langkah/aksi bila terjadi penyimpangan kearah yang tidak menguntungkan baik untuk kawasan itu sendiri atau wilayah setempat secara umum, pengelola maupun masyarakat.
    · Melakukan perancangan ulang (re-design) secara terintegrasi apabila Rencana Tindak yang telah disusun pada saat perencanaan, karena satu dan lain hal menjadi tidak layak lagi diterapkan di lapangan (misal karena adanya perubahan kebijakan di daerah atau nasional yang membuat suatu langkah tindak tidak sesuai lagi).

IV. PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DAERAH PULAU KUMALA

A. Peluang dan Tantangan
Saat ini, Pemda-Pemda mulai mengembangkan ekowisata dengan mengangkat potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Seperti halnya Pemda Kutai Kartanegara, Kaltim, yang telah mengembangkan kawasan-kawasan pariwisata alam. Selain mengembangkan sumberdaya hutan yang dimiliki, seperti hutan lebat di Bukit Bangkirai, keberadaan ikan pesut Mahakam yang merupakan binatang langka, keindahan danau-danau yang ada di daerah itu, Pemda Kutai Kartanegara kini tengah mengembangkan kawasan wisata Pulau Kumala.
Di kawasan wisata Pulau Kemala ini, masyarakat dapat menikmati sajian berbagai sarana hiburan mulai dari permainan anak-anak hingga kereta gantung seperti halnya yang ada di Taman Mini Jakarta. Para pengunjung juga dapat bermalam di cottage yang ada di pulau tersebut. Dengan adanya kawasan wisata, masyarakat Kutai Kartanegara dan daerah-daerah di daerah Kaltim tidak perlu jauh-jauh ke Taman Mini hanya untuk naik kereta gantung atau ke kawasan Ancol Jakarta untuk menikmati jet coaster. Semua sudah ada di Pulau Kumala.
Bupati Kutai Kartanegara, Drs. H. Syaukani HR.MM, mengatakan, untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerahnya, Pemda Kutai Kartanegara terus berusaha membangun sarana dan prasarana pendukungnya. Misalnya, transportasi dan pendukung pariwisata lain seperti hotel, mencuupi kebutuhan listrik, air dan lain-lain.
Kutai Kartanegara ini sebelumnya kota tidur. Kemudian pemerintah daerah setempat membangunkannya dengan mengembangkan semua potensi yang ada, termasuk mengembangkan ekowista. Selain Kutai Kartanegara, banyak Pemda yang mengembangkan ekowisata seperti Kabupaten Kutai Timur. Daerah yang berdekatan dengan Kutai Kartanegara ini mengemas Taman Nasional Kutai sebagai kawasan ekowisata.
Pengembangan kawasan Taman Nasiobal Kutai Timur, selain menjaga kelestarian hutan dan isinya juga untuk memberdayakan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Kutai.

B. Peran Pusat dan Swasta
Pengembangan ekowisata di daerah tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat dan kalangan swasta. Selain menerbitkan kebijakan yang mendukung pengembangan ekowisata, pemerintah pusat tentunya juga perlu mendukung dalam hal sarana dan prasarana.
Salah satu sarana yang vital dalam pengembangan ekowisata adalah transportasi. Tanpa transportasi yang memadai tentunya para wisatawan akan enggan datang ke lokasi-lokasi kawasan ekowisata. Jika hal ini terjadi maka keindahan hutan dan isinya akan sia-sia saja, dan akhirnya hutan itu akan habis ditebang.
Menurut staf ahli Menteri Perhubungan, Dr. Razak Manan, pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Perhubungan, sangat mendukung pengembangan ekowisata di daearh. Upaya yang dilakukan, selanjutnya, antara lain bekerjasama dengan Pemda agar tata guna lahan disesuaikan dengan pengembangan transportasi.
Selain itu, juga mengupayakan agar desain dan pembangunan fasilitas transportasi harmonis dengan alam, sosial budaya, dan estetika. Dalam memenuhi sarana dan prasarana untuk mengembangkan ekowisata, tentunya juga diperlukan dana yang besar. Sampai saat ini, pembiayaan pengembangan ekowisata sebagian besar dibiyaia masing-masing Pemda. Sebenarnya pihak perbankan juga bersedia menyediakan kredit bagi Pemda yang membutuhkan dana dalam pengembangan ekowisata. Hal itu itu dikatakan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, E.C.W. Neloe kepada SH yang menemuinya susai menjadi pembicara di seminar Ekowisata di Kutai Kartanegara. Neloe mengatakan, Bank Mandiri siap memberi kredit kepada Pemda untuk pembangunan di daerah, khususnya dalam membangun infrastruktur. Kita siap berikan kredit kepada Pemda, ujarnya.
Memang, banyak hal yang harus diselesaikan dalam mengembangkan ekowisata di daerah. Namun, dengan niat menjaga alam dari kerusakan dan memberdayakan ekonomi mayarakat, pengembangan ekowisata di daerah akan mendapat dukungan dari semua pihak. Meskipun ada juga sedikit kalangan yang merasa terganggu bisnisnya bila hutan-hutan itu tak dapat ditebang lagi. Namun, seperti dikatakan orang bijak bahwa semua kegiatan usaha yang didasari niat yang baik, pasti akan menuai hasil yang baik juga.

BAB III
PENUTUP

  1. KESIMPULAN
    Indonesia sebagai salah satu negara megabiodeversiti atau memiliki berbagai keanekaragaman hayati dan didukung keindahan alamnya yang mempesona, serta memiliki beranekaragam budaya, berpeluang sangat besar untuk mengandalkan pariwisata alam (ekowisata) sebagai sumber devisa. Dengan pengelolaan yang terpadu, ekowisata berpotensi untuk menggerakkan ekonomi nasional dan mensejahterakan rakyat di sekitar kawasan yang dikembangkan sebagai pariwisata alam.
    Dalam pengembangan ekologi pariwisata di suatu daerah tertentu dibutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk mendukungnya seperti pemerintah daerah dan pemertintah pusat serta masyarakat setempat yang tinggal di daerah tersebut. Peran serta pemerintah tersebut sangat dibutuhkan untuk dapat mendukung sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pengembangan dan untuk mendukung fasilitas transportasi yang memadai untuk menjangkau daerah pengembangan wisata.
    Dalam rangka pengembangan ekowisata di suatu daerah contohnya di Taman Nasional dan di Pulau Kumala Kalimantan Timur seperti yang telah di jelaskan di atas diperlukan beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, serta tahap monitoring dan evaluasi. Dalam setiap tahapan tersebut memiliki beberapa point criteria yang harus dilakukan agar pengembangan ekowisata di taman nasional dan di daerah pulau kumala dapat berjalan dengan sukses dan sesuai rencana. Sehingga daerah pariwisata alam yang dikembangkan dapat menarik minat para wisatawan domestic ataupun mancanegara yang bisa mengasilkan devisa Negara.
  2. SARAN
    Dalam melakukan pengembangan ekologi pariwisata di suatu daerah hendaknya kita melakukan setiap langkah dan peraturan dalam pengembangan ekowisata dengan baik agar pengembangan ekowisata tersebut tidak menimbulkan dampak yang tidak baik bagi lingkunagn alam sekitar kita.
    Daftar Pustaka

http://www.ekowisata.info/pengembangan_ekowisata.html
http://www.ekowisata.info/kriteria_pengembangan-ekowisata2.html
http://www.situshijau.co.id

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: